Berhijab dengan Kuluk Jambi

Fashion April 10, 2012 0 3,514 views

Saat ini berhijab makin banyak dipakai oleh para muslimah  di Indonesia. Padahal  tradisi menutup kepala itu sudah ada sejak dahulu kala dan merupakan kebudayaan Indonesia. Ya…Kuluk atau penutup kepala perempuan yang berasal dari Jambi adalah salah satu contohnya. Lebih dari 80 model pemakaian kuluk kini mulai dikembangkan lagi di sana. Kuluk Jambi, yang biasa disebut tengkuluk Jambi, terbentuk  dari lilitan kain. Selain menjadi penutup kepala, kuluk ini juga berfungsi sebagai hiasan kepala yang biasa digunakan oleh para perempuan Jambi dalam kesehariannya.

Ternyata kuluk ini tidak hanya menarik ketika digunakan, beragam model kuluk mengandung arti filosofi yang berbeda. Simak saja, Kuluk Daun Sirih Muaro Jambi yang mencerminkan kecantikan budi bahasa pemakainya atau Kuluk Tegedeng Kembang Duren yang digunakan dalam upacara adat yang melambangkan simbol kegembiraan yang terjadi di dalam masyarakat. Bahkan ada aturan tentang juntaian sisa kain, bila diletakkan di sebelah kiri pertanda  pemakainya seorang gadis, sedangkan jika sudah bersuami sisa kain tersebut harus dijuntaikan di sebelah kanan. Beragam keterampilan dalam pemakaian kuluk inilah yang diberikan pada peserta pelatihan  pemakaian kuluk Jambi yang diselenggarakan oleh fashionpromagazine.com bekerjasama dengan   Ratu Munawwaroh Zulkifli Nurdin, mantan ketua dekranasda Jambi. Acara ini digelar dalam pameran Adiwastra Indonesia 2012. Sebagai bahan pelatihan, fashionpromagazine.com mengajak Ina’s Scarf yang merupakan penyedia aneka scarf  berkualitas untuk  menjadi sponsor. Acara fashion demo Kuluk Jambi ini diajarkan langsung oleh pakarnya,  Nurlaini yang didatangkan langsung dari Jambi. Fashion demo yang berlangsung atraktif ini didikuti oleh 8  peserta pameran dan siswa-siswa  sekolah mode.

Nurlaini mengungkapkan bahwa salah satu keistimewaan dari kuluk Jambi ini adalah mudahnya cara penggunaannya, selain itu juga mudah dipadupadankan dengan berbagai busana. ” Semua jenis kain  bisa digunakan sebagai kuluk, mulai dari kain batik, songket, sampai pashmina, seperti yang kita gunakan saat ini,” ujarnya sambil membetulkan karya salah seorang peserta. Kuluk Jambi ini terbilang praktis karena Anda tidak memerlukan tambahan jarum pentul dan peniti. Anda hanya perlu melilitkan kain dan menyimpulkannya di salah satu bagian. Penggunanya juga tidak terbatas untuk kaum muslimah, tapi semua perempuan dari beragam agama. Pada kesempatan itu karena keterbatasan waktu, hanya 10 model dari lebih dari 80 model tersebut yang dipraktekkan. Selain peserta yang ikut dalam acara ini, pengunjung pameran pun ‘menyerbu’ stand fashionPro yang menjual buku “Kuluk, Penutup Kepala Warisan Luhur dari Jambi”,  buku yang digagas oleh Ibu Ratu Munawwaroh Zulkifli Nurdin . Dea, foto:Rio

Leave A Response »