Aura dan Busana

Fashion December 10, 2014 0 4,006 views
Aura(kiri)  dan desain Peggy Hartanto

Aura(kiri) dan desain Peggy Hartanto

Agak  aneh, ya,  judul di atas?  Memang  sebenarnya  ada penjelasannya. Kita share  wawasan ya? Sebenarnya  dalam Chit Chat beberapa waktu lalu, saya juga sudah mengaitkan  antara warna dan penampilan. Tetapi ketika ternyata banyak peminat,  rasanya perlu saya ulang sekali lagi , sekarang lebih ke inti dasarnya saja untuk  lebih menyadarkan kita bahwa warna itu ada dalam Aura  yaitu  energi yang ada dalam diri kita. Begini.  Tubuh kita ini kan dikaruniai Tuhan dengan energi.  Energi dalam tubuh ini terpancar  lewat Aura  atau warna  cahaya. Ada tujuh warna dominan Aura di tubuh kita. Yaitu  ( bayangkan dari bagian paling bawah tubuh kita  lalu ke atas )  Merah adalah  warna dasar, naik ke atas ke daerah intim sampai di bawah pusar adalah warna oranye atau orange, kemudian di wilayah perut, lambung, warna kuning, di  bagian dada warna hijau, lalu ke  daerah tenggorokan, warna biru, di tengah dahi di antara  dua alis,  warna biru indigo dan di atas ubun-ubun,   warna ungu. Sedang warna atau cahaya putih terletak di atas segala warna seolah  menyatukan semua energi kita.   Setiap warna punya arti khusus berkaitan  dengan kesehatan dan  emosi  kita.  Agak panjang kalau diterangkan  satu persatu. Tetapi dalam Chit Chat beberapa waktu lalu sudah saya jelaskan secara ringkas. Tetapi intinya saya ingin sekali  share bahwa  sebaiknya kita menyadari  bahwa  kita sudah diberi karunia  dengan  energi  yang ada dalam  tubuh kita.

Energi dalam bentuk warna ini berputar bagai roda di sekeliling kita,  itu  sebabnya sering disebut  chakra atau roda.  Yang sudah faham cerita wayang tentu tahu bahwa  Chakra adalah senjata Sri Kresna titisan dewa Wishnu , berupa panah dengan ujung bundar  bergerigi yang  kala di ‘tembakkan’ ke arah sasaran  bahkan dapat menggugurkan gunung. Dahsyat,  ya?  Dalam pengertian  saya, itulah juga kehebatan energi  kita  bila Chakra kita dengan 7 warna tadi, kita manfaatkan  sebaik mungkin.

Pada  dasarnya  kalau kita diam dan hening sejenak, lalu membayangkan warna-warna itu dalam diri dan sekeliling kita,  kita akan makin menyadari bahwa kita benar-benar makhluk istimewa  karena diberi karunia semacam itu.  Sebenarnya semua mahkluk atau benda di dunia ini juga mempunya  energi  masing-masing .  Ingat tentang batu christal warna warni kan?  Jangan ‘terperangkap’  pada hal-hal mistis kalau membahas masalah ini.  Jauh lebih baik untuk menyadari  bahwa  energi itu ada dalam tubuh kita dan bisa dibantu membangkitkannya dengan pemaham tentang Aura .  Dalam kehidupan  praktis  sehari-hari  kekuatan warna untuk memberikan tambahan  energi pada diri kita  juga bisa dibantu dengan mengenakan warna yang’pas’ dengan kebutuhan saat itu.

Nah, sekarang baru terasa adanya koneksitas  antara busana  dan Aura  kita, ya? Betul. Kita bisa memakai  busana atau  aksesori atau bahkan perlengkapan  kantor atau kuliah  yang mengandung warna yang kita butuhkan saat itu.  Meski  perlu  latihan  khusus, tetapi  sebagai  panduan umum, bisa dirasakan saja bila kita sedang  merasa kurang nyaman di bagian tertentu tubuh kita, kita bayangkan warna yang perlu ’ditambahkan’ pada daerah tersebut.  Lambung  sakit? Coba perbanyak warna kuning. Tenggorokan gatal-gatal?  Perkuat dengan warna biru. Begitu seterusnya.  Memang  tentu saja memperkuat Aura tidak segampang itu, perlu banyak berlatih.  Tetapi   secara umum,  membangkitkan kesadaran  tentang energi  yang ada  dalam diri kita dan  memberi  motivasi  ke  arah yang positif,  kenapa tidak?  Jadi apa mood Anda sekarang? Lesu, kurang bertenaga.. ? Ya, bayangkanlah  warna merah dalam diri kita dan… kenakan busana dengan  warna serupa:   Merah…  Retno Murti

Leave A Response »