Tarian Hujan

Fashion May 31, 2017 0 172 views

jane-lagi-7

Jane-jadi-1

Jane-9 lagi.jpg

Sepasang remaja, lelaki dan perempuan meliuk , berputar, berpadu  dengan gerakan yang berirama.  Sebuah kursi di tengah ruangan menjadi alat bantu  gerakan itu. Inilah tarian  yang dilakukan penari  dari   ISI Solo menggambarkan salah satu puisi Jane Ardaneshwari, sang penyair, berjudul Elegi. Ini memang acara untuk mendukung pembacaan puisi dari buku karya Jane Ardaneshwari: Dancing Rain. Sejumlah seniman  senior dari Yogya dan Solo  meramaikan acara yang diselenggarakan di Bentara  Budaya, Balai Soedjatmoko  Solo, 24 Mei lalu. Landung Simatupang, seniman senior menyebutkan buku yang berisi  101 puisi  yang  ditulis dalam 2 bahasa Indonesia  dan Inggris  ini sangat indah.  Dua puisi berjudul  ‘Mantra  Hujan’ dan  ‘ Le Petit Histoire’  dibawakan secara bersama,  pengarang  dan seniman ini. Menarik.

 

Jane-jadi-2 Membaca puisi bersama Landung Simatupang Jane-jadi 8.jpg                                          Berpuisi dan berlagu bersama Rimawan Ardono

Yang juga mengesankan adalah saat serombongan seniman tua muda bergerak menuju panggung  mini  di ujung ruangan dan  bersama  melagukan  beberapa  puisi.   Lagu ‘Tarian Hujan  ‘ dan  ‘Biarlah Beku Sekujur Ruangan’ diiringi gitar  dan nyanyian Rimawan Ardono        ( Donas )  yang menciptakan lagu tersebut , sangat  menarik  membuat  lantunan puisi  itu menjadi hidup.  Donas  yang pernah menjadi pencipta lagu Franky & Jane di masanya, menyebutkan bahwa ia menciptakan lagu pada beberapa puisi yang menyentuh jiwanya.  Gendang yang ditabuh Otokbima Sidharta, , kakak kandung  Djadeg Ferianto dan  Butet Kartaredjasa  membuat baris baris puisi  seolah  meliuk, bergerak dinamis seperti gerak  penari di awal acara. puisi-Otok Otokbima Sidharta membaca   puisi diiringi Donasjane-lagiSuasana santai, duduk  lesehan dengan  pembawa acara Ons Untoro yang bersama Landung Simatupang menjadi penggerak acara ini  bicara dengan bahasa non formal yang  sering disambut  gelak tawa dan tepuk tangan meriah.  Guyub,  barangkali itu kata yang tepat untuk menggambarkan suasana malam itu . Hujan  puisi pun menyatukan banyak seniman , wartawan dan pengunjung umum yang menikmati  baris baris puisi ‘ Dancing  Rain…’ RM.Foto:RM  & dok.acara baca puisi Dancing Rain.    

Leave A Response »