Dawet di bawah ‘Ringin”

Fashion July 26, 2017 0 134 views

dawet 1

Orang yang antri di bawah beringin itu banyak. Kalau dihitung  ada sekitar 25 oang. Meski tidak terlalu teratur,  mereka cukup tertib, tidak saling menyerobot. Tetapi apa, sih,  yang dibuat antri? Ternyata penjual Dawet ( Cincau-  nama Dawet pada umumnya ). Letaknya di timur Yogya mendekati wilayah Candi Sambi ( Candi  yang terletak di bawah tanah dan kini sudah tergali dan terpampang dengan rapi sebagai salah satu tujuan wisata di daerah Yogya dan sekitarnya ). Dawet ini memang cukup istimewa. Tidak terlalu manis seperti makanan Yogya pada umumnya tetapi  gurih dan dawetnya sendiri lembut untuk ditelan. Selain motor-motor yang mendominasi Dawet di bawah beringin itu, mobil juga ada beberapa. Tetapi yang lebih ramai adalah orang yang berdiri mengantri.

dawet 2Ada yang agak unik. Kalau beringin itu terletak di sepetak tanah di perempatan jalan raya, maka di pinggir jalan dengan warung makan cukup nyaman, juga menjual dawet yang sama bahkan lengkap dengan bakmi bakso. Lho? Kok yang antri tidak pindah ke tempat yang lebih nyaman itu? Di sana pun tidak perlu antri. Bahkan kabarnya warung itu punya keluarga penjual Dawet di bawah beringin itu juga  dan dawetnya juga sama. Infomasi ini kami dapat karena malas mengantri dan hendak pergi ketika sang penjual  justru menunjuk warung makan itu dan berkata bahwa dawet juga bisa dibeli di situ. Nah kenapa orang-orang  itu rela antri dan tidak “lari’ saja ke warung itu?

Rasanya beda?  Ah, tidak juga, karena kami juga  pernah makan dawet langsung di bawah beringin itu saat yang antri tidak terlalu banyak. Dawet yang akhirnya kami beli dari warung makan itu ternyata rasanya sama juga.  Persis sama. Jadi?  Ah, ya..mungkin  memang ada seni tersendiri kalau   kita makan dawet di bawah  silirnya angin di bawah pohon beringin di tengah jalan itu. Mungkin… ya mungkin saja… (RM.Foto RM)

Leave A Response »