close
Dayu-5

 

 

 

Cafe Cangkir 6 di Yogya, nampak berbeda dari hari hari biasa. Di ruang depan bergelantungan melambai bebagai jenis shibori (semacam kain jumputan dengan teknik tinggi) yang ditata apik menghias ruang itu. Selama lima hari,  Cafe tersebut menjadi ajang pameran, pelatihan sekaligus penjualan Shibori. Ragam jenis Shibori yang sangat banyak itu dipresentasikan oleh  para perajin  kain khusus ini.

Adalah Dayu Jiwa yang mengawali karya ini dan menekuninya ( ia bolak balik ke Jepang khususnya  Kyoto tempat Museum Shibori terkenal di negeri matahari terbit itu  berada ) dan menimba ilmu  pembuatan berbagai teknik  Shibori  selama beberapa tahun.

Saat dibawa berkeliling,  seorang peserta pameran yang juga pembuat dan pebisnis Shibori,  memperlihatkan Shibori dengan motif parang , truntum, kawung, motif motif yang biasa terdapat pada kain batik. Ia menyebutkan itulah cita cita Dayu yang patut diapresiasi. Dayu memang  bercita-cita untuk membuat Shibori  dengan motif Nusantara. Sudah bertahun tahun ia menekuni  batik dan kemudian merambah ke arah kain Shibori selama beberapa tahun. Ia bercita-cita untuk membuat Shibori Indonesia,  memakai teknik dari Jepang, negeri asal Shibori,  menggunakan motif-motif  Indonesia, khususnya motif batik.

Memasarkan Shibori dengan mengedepankan  motif Indonesia, merupakan cita cita  yang tidak mudah dilaksanakan mengingat belum  semua  pencinta kain menghargai karya ini.  Jalan masih panjang,  bisa saja ini adalah awal dari sukses perempuan Bali ini, yang tertunda…RM. Foto: Ully  Hermono, dok RM

 

Tags : BalifashionfeatredIndonesiaJumputankainKyotosasiranganshiboritekstil

Leave a Response

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.