close
Nita-11

Dalam bahasa Jawa, kain batik padanan kebaya, disebut Jarik, Jarit atau dalam bahasa yang lebih halus di sebut Nyamping atau Sinjang. Inilah yang dipakai  Nita Azhar, desainer asal Yogya yang karyanya sudah dikenal luas dalam dunia fashion batik. Bertahun tahun menjadi desainer, Nita telah menghasilkan rancangan yang banyak diminati. Motif batik dalam busananya tetap memperhatikan pakem aslinya dan penggubahannya sebagai busana modern juga masih mengacu pada nilai nilai dasarnya. Karenanya gaya busananya yang  atraktif dan punya motif khusus membuat namanya dikenal sebagai desainer yang konsisten dalam karya. Berkali kali mengikuti peragaan busana di banyak kota bahkan juga di luar negeri seperti membuat Nita semakin yakin bahwa rancangannya mempunyai peminat yang setia.

Belakangan ini ia mempunyai cara berbeda untuk memperkenalkan karya karyanya. Nita tidak menampilkannya  di panggung dengan banyak model untuk menghadirkan rancangannya seperti biasanya tetapi lebih mewujudkannya  dalam bentuk karya instalasi.  Dalam butiknya, Soga Kultura, rancangan dengan barand yang sama ini dipamerkan lewat karya instalasi dalam bentuk rangka besi serupa tumpeng dan diberi onamen kayu sebagai simbol tangan serta mahkota dari terakota yang terinspirasi penggabungan mahkota wayang dan mustaka masjid kuno yang ditempeli pecahan cermin.

Unik memang, karena karyanya ini adalah bagian penting dari pameran yang kemudian dihadirkannya dengan tema SINJANG. Disebutkannya bahwa pameran ini direncanakan sebagai ‘teaser’ dari  fashion teatrikal SINJANG DRUPADI, yang akan dipersiapkannya pada waktu mendatang.  Menarik tentunya karena kisah ini terinspirasi

hikayat Mahabaratha yang menampilkan Drupadi yang dipaksa membuka kainnya oleh Dursasana sebagai akibat kekalahan judi yang dilakukan suaminya, Puntadewa, sulung Pandawa. Namun pertolongan dari para dewa membuat Drupadi terklepas dari aib itu. Kisah yang menggugah.

Sebagai desainer batik, Nita menggaris bawahi manfaat dan makna kain atau sinjang yang mengalir bersama siklus kehidupan, dari lahir  sampai kembali ke alam abadi. Kain batik memegang peranan penting, setiap motif mempunyai  makna pada setiap siklus kehidupan. Itulah yang digagas Nita Azar.Ibu tiga pemuda ini memang erat dengan dunia seni.  Seperti catatan dari GKBRAA Paku Alam, Ketua Yayasan Tradisional Textile Arts Society of South East Asia, “Seni adalah karya yang diciptakan  tidak hanya dengan kecakapan yng luar biasa tetapi juga melibatkan ‘rasa’  sehingga menghasilkan sesuatu  yang elok dan indah.” RM foto. Dok. Soga Kultura/Gilang

Tags : bahadesainerfashionfashion showfeaturesIndoensiakain. batikmotifpameran seniParissilk

Leave a Response

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.