close

fashion

Fashion

Menatap Trend Forecasting 2019/2020

Trn1.jpg

Gelar tahunan yang dilakukan untuk menatap arah fashion ke depan biasa dilakukan di dunia mode global. Indonesia sejak beberapa tahun mencoba menggali sendiri dengan melihat beberapa keunikan yang terjadi di dunia untuk ‘melahirkan’  tren.  Kerja BEKRAF dan Indonesia Fashion Chamber ( IFC)  ini melahirkan  tema  yang dipakai sebagai acuan yang bisa dimanfaatkan di bidang fashion, craft, produk interior dan lain lain.

Team kerja merumuskan tema besar yang disebut Singularity, atau keganjilan atau ancaman menurut Kepala BEKRAF Bapak Triawan Munaf yang meresmikan acara Trend Forecasting  ini.  Ini karena banyak nuansa nuansa yang dihadapi dunia saat ini merupakan ancaman dan nuansa ini kemudian diterjemahkan dalam beberapa tema desain. Tema terbagi dalam 4  tema: Svarga,  Neo Medieval, Cortex dan Exuberant.

Para insan mode hadir  untuk gathering, saling tukar pikiran sebelum akhirnya masuk ke gedung bioskop di Grand Indonesia, Jakarta, pertengahan  September lalu  untuk melihat pemutaran film proses terbentuknya tema tema yang dinyatakan sebagai trend forecasting   2019/2020.

Dalam sambutannya  Triawan Munaf  menyebutkan bahwa tidak mudah mengartikan panduan tren ini namun penting untuk mengetahui kerja besar ini agar tercipta dasar pemikiran  untuk mewujudkannya dalam berbagai bentuk sesuai profesi masing masing. “Memang tidak mudah, pusing mungkin melihatnya, tetapi ini penting untuk bahan masukan  panduan ke depan,” tuturnya.

Perwujudan dalam bentuk fashion sesuai persepsi  masing masing  desainer dalam melihat tema ‘Singularity’ tersebut ditampilkan lewat peragaan busana empat desainer : Hannie Hannanto  dengan Exuberant,  Deden Siswanto dengan Neo Medieval , Sofie dengan  Svarga dan Aldre Indrayana dengan Cortex..

Mau melihat trend forecasting  dari kerja  BEKRAF dan IFC ? Inilah beberapa gambaran  untuk Anda. RM . Foto:RM

read more
Kain

Mengagumi Shibori

Bkraf-10

 

Artistik. Indah. Ya, langsung takjub melihat keindahan kain kain shibori yang dipamerkan di Plaza Senayan  tanggal 10 sampai 16 September ini.  Dibuka dengan pengguntingan pita oleh Ibu Mufidah  Yusuf Kalla  bersama Dubes Jepang,  Mr Mashafumi Ishii dan utusan Khusus Presiden  Republik  Indonesia untuk Jepang, Bapak Rahmat Gobel,  jajaran kain Shibori  yang merupakan warisan budaya ditata dengan apik membuat banyak pengunjung berdecak kagum. Ibu Mufidah  juga terus berkeliling  melihat keindahan kain kain  yang diterangkan langsung oleh Direktur Museum Shibori di Kyoto, Mr Kenji Yoshioka yang membawa langsung Shibori itu dari Jepang.

Selain kain kain Shibori yang dipamerkan,  berbagai kain kain Shibori yang cantik juga bisa dibeli  dan sebuah video  menggambarkan proses pembuatan shibori.  Pameran ini  dilaksanakan memperingati  60 tahun persahabatan  Indonesia -Jepang dan diselenggarakan  atas kerja sama para pencinta budaya kedua negara  yang pada  bulan Juni juga menghadirkan pameran  ‘Batik and  Kimono Collaboration’  di Osaka.  Dari pameran  itu dibuatlah kerjasama antara  Museum Shibori Kyoto dan Adiwastra Nusantara Foundation  yang sudah ditandatangani oleh Ibu Edith Ratna dan Mr Kenji Yoshioka . Kerjasama ini dimaksudkan untuk saling berbagi ilmu dalam seni kain kain unggulan yang rencananya akan dijabarkan dalam berbagai acara. Pameran kali inipun mengikut sertakan para pebisnis dan perajin Shibori Indonesia.

Karya luar biasa Shibori

Dalam sambutannya  yang ditujukan pada Ibu Mufidah Jusuf Kalla, Bapak Rahmat Gobel menyebutkan bahwa  sebaiknya  perajin perajin kita juga dilatih lebih banyak tidak hanya dengan mendatangkan para ahli dari luar ke Indonesia  tetapi juga membawa perajin kita melihat langsung proses pembuatan kain kain unggulan di Jepang. Selama di Indonesia  Mr Kenji Yoshioka  bersama Prof Tosuzu Matsakasu,  Kepala budaya Jepang- Indonesia, yang berperan besar dalam perhelatan ini menjadi pembicara dalam seminar yang diselenggarakan  di Museum Tekstil Indonesia  yang merupakan bagian juga dari kerjasama ini.

Seni tradisional  Jepang  dalam memukul drum yang disebut Wadaiko atau Taiko , gemuruh,  menggetarkan dan  sangat enerjetik yang dilakukan oleh empat pemuda  siswa sekolah Miho Bigakuin, memeriahkan acara pembukaan pameran dan setelahnya berdemo di JCC dalam acara pameran interior dan craft. RM. foto:RM

read more
Sosok

Aksesori Aksi Rinaldy

Art-oke-6,jpg

Upacara  pembukaan ajang internasional dunia ‘Asian Games ke 18’ sudah digelar 18 Agustus lalu. Gemanya masih bergaung hingga saat ini tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di dunia internasional. Gelar pembukaan yang spektakuler itu tak lepas dari mereka yang bekerja di belakang layar. Salah satu yang menarik dalam tari pembukaan dari Aceh, yang melibatkan 3500 penari  ini selain koreografi dari ‘Denny Malik’ yang sangat atraktif,  kostum yang dikenakan membawa daya tarik tersendiri.  Perancang kostum  luar biasa itu adalah perancang negeri sendiri, Rinaldy Yunardi. Selain mendesain ribuan penari itu dalam tiga segmen  yaitu segmen earth, fire dan energy, yang ditampilkan dalam warna warna yang menggambarkan berbagai budaya tanah air, cara penggantian warna kostumnya pun sangat kreatif karena dilakukan dengan praktis. Bahan-bahan  yang dipakainya juga  berdasar pada batik, tenun yang dimodifikasi dengan tampilan yang sangat menarik.

read more
Fashion

Illusoire-Alleira

Alleira-oke-3

Alleira yang selalu  menghadirkan batik modern, kembali muncul dengan peragaan yang terbaru di Pondok Indah Mall 2, pertengahan Agustus lalu.  Koleksi  untuk Spring Summer 2018 ini terdiri dari koleksi busana dewasa dan anak-anak dengan tema ‘ Illusoire’.  Tema itu seolah mengacu pada desain yang simpel dengan motif modern kontemporer  dan.menghadirkan motif lace yang dibuat dengan teknik geser, menciptakan ilusi bayangan hingga memperjelas permainan motifnya.

Warna warna yang digunakan terdiri dari warna  hitam, biru, putih gading, merah, kuning serta cokelat. Bahan bahan yang dipakai selain lace  adalah  satin silk, handwoven silk, handwoven cotton dan katun  jacquard. “Bahan bahan ini nyaman dipakai untuk sehari hari,” kata  Anita Asmaya Sanin, Creative Director Alleira.  Siluet yang dihadirkan antara lain dress andalan Alleira Batik dengan blus berpotongan loose yang dipadu celana kulot klasik dan jaket boxy fit dalam koleksi ready to wear.

read more
Fashion

Selera Busana Memikat

IFW-lalu-3

Bahwa busana daerah kita dengan berbagai ragam merupakan kekayaan seni budaya Nusantara  tak bisa diragukan lagi. Namun di tangan perancanglah kain kain itu terwujud menjadi busana yang memikat. Meski acara ‘Indonesia Fashion Week 2018 ‘ sudah lama berlalu tetapi beberapa rancangan  busana yang belum sempat ditayangkan sungguh sayang dilewatkan.

Dalam acara tersebut yang juga menampilkan beberapa perancang negara lain, perancang kita menghadirkan  busana busana  dengan kreasi yang menarik. Dan sebaliknya perancang tamu juga tak  kalah memikat.  Pilihan tentu jatuh pada Anda yang melihat barisan model model yang mengenakannya dalam tampilan ini. Satu hal yang  juga menarik adalah munculnya model model  masa lalu yang tetap memukau hingga masa kini dalam peragaan busana ini.  Sebut saja model cantik Chitra, Dhani Dahlan dan Enny Sukamto. Luwes  kan? RM.Foto.dok.RM

read more
Info

Satu Dekade Seni Jakarta

art-xy

 

Usia 10 tahun dan tetap bertahan bahkan makin berkembang menunjukkan konsistensi pameran seni terkemuka di negeri ini. Berawal sebagai Art Bazaar Jakarta, kerja dari MRA group ini terus berlanjut dari tahun ke tahun. Kini dengan penamaan Art Jakarta, pameran ini semakin lama semakin diminati karena konsisten dalam menghadirkan karya karya seni yang menarik dan berkualitas tidak hanya dari dalam tetapi juga luar negeri.

Pembukaan yang membuat undangan memenuhi ruangan di Ballroom Ritz Carlton Hotel Jakarta ini tidak menyurutkan penikmat seni ini hingga berakhirnya pameran yang berlangsung dari 2 hingga 5 Agustus 2018.  Ratusan karya karya seni lukis, patung maupun karya instalasi seniman negeri sendiri berdampingan dengan karya  karya seni luar negeri yang menarik dan langsung menjadi bagian pemotretan diri pengunjung.

Selain karya seniman seniman muda yang semakin diminati penikmat seni dan menjadi koleksi para kolektor dari dalam maupun luar negeri, karya seniman legendaris seperti Basuki Abdullah dan Sunaryo juga dipamerkan dalam acara tersebut.

Berjalan mengelilingi ruangan demi ruangan sambil menikmati karya karya seni itu terasa  seperti disuguhi keindahan seni dari tangan tangan penuh bakat yang tidak semua dimiliki manusia di dunia ini. Sungguh inilah kebesaran kasih Allah pada mereka yang mempunyai kemampuan dalam menorehkan cipta rasa seni  yang mereka miliki.  RM. Foto.dok RM,TS,NB,EP.

 

read more
Fashion

Sweet ALLEA

IT-9

Tampilnya rancangan baru dari  perancang senior yang rancangannya sudah banyak diminati, sudah  tentu memancing  keingintahuan  para pencintanya.  Maka  koleksi  terbaru dari  Itang Yunasz saat dipergelarkan di ajang  Indonesia Fashion Week beberapa waktu lalu memikat banyak peminatnya.

Rancangan  mutakhir dari  Itang Yunasz ini  diberi  nama   manis, ALLEA ITANG YUNASZ.  Menurut  penjelasannya,  penyebutan sebenarnya adalah  AEL-iYAH.  Ini  berasal  dari  bahasa  Arab  yang  berarti,  Allah  adalah  cahayaku;  mulia.  Dan ternyata ada persamaannya dengan bahasa lain. Misalnya dalam bahasa Jerman  Aleah  berarti  yang dihormati  dan  dalam  bahasa Yunani  kuno,  Aleah  berarti  yang bersinar;  bercahaya. Produk terakhir ini  bekerja sama dengan Alzara sebagai label busana Muslim.

read more
Sosok

Kiprah Mode Itang Yunasz

Yunasz-4

Desainer senior  Itang  Yunasz  ini punya pengalaman segudang.   Ia pernah magang  di Rumah Mode desainer Italia, Balestra  dan sepulangnya  ke Indonesia  ia  berhasil menjadi  pemenang ke 2 dalam ‘Lomba Perancang Mode’  yang diselenggarakan  majalah femina  tahun 1981. Sejak saat itu Itang muda terus mengembangkan karyanya. Desainnya yang mudah memikat banyak wanita membuat rancangannya menuai pujian dan tentu menjadi  isi lemari para pengagumnya.

read more
Kuliner

Sehat & Lezat

garden-10

g

Tempatnya agak di pinggiran kota Yogya. Sederhana tapi bermakna. Itulah resto ‘Little Garden’. Memang resto ini kecil dan semua masakannya berbahan dasar alami. Vegan. Vegetarian yang murni. Tanpa telor tanpa susu. Pemilik dan pengelolanya  suami istri yang nampak giat dan kompak. Dewi  Novitasari dan Dadang Heri Murpriyanto.

read more
1 2
Page 1 of 2