close

interior

Kain

Melihat Pelangi

katum-9

 

Sulaman dari 72 pakar menyulam yang dikumpulkan dalam memperingati Hari Kemerdekaan yang Indonesia yang ke 72.

Sulaman dari 72 pakar menyulam yang dikumpulkan dalam memperingati Hari Kemerdekaan yang Indonesia yang ke 72.Bahasa daerah kita memang kaya. Pelangi dalam bahasa Sunda disebut Katumbiri. Maka pameran berjudul sama adalah pameran yang menyajikan berbagai hasil karya, kerajinan seni  bangsa kita. Kain, busana,  interior, kerajinan tangan ataupun perhiasan yang berkualitas dipamerkan dalam berbagai karya, bak pelangi yang beraneka warna.

Di selenggarakan di Jakarta Convention Centre Desember lalu, selama lima hari pameran tersebut memang memberikan  gambaran tentang perkembangan dan ragam karya seni Nusantara. Dalam pameran serupa ini kita bisa melihat  apa saja beragam karya yang dipamerkan, karya  apa saja yang disajikan secara kreatif dan inovasi apa yang dihasilkan oleh masing masing perajin ataupun pengusaha seni. Melihat kekayaan budaya kita,  setiap daerah mempunyai karya karya yang beragam  menunjukkan ciri khas daerah tersebut.

Maka pameran seperti Katumbiri ini juga memberi kesempatan bagi para perajin  untuk memaerkan kerajinan yang mungkin jarang diperhatikan dengan teliti seperti kerajinan sulam yang ternyata menghasilkan banyak karya yang membanggakan. Salah satu stand pameran ini memamerkan kerajinan sulam dari 72  pakar  seni sulam dari berbagai daerah. Dengan dasar warna lambang negara kita, mereka  bersatu dalam menyajikan karya seni sulam  dalam  bentuk patch work yang indah. Dihadirkan untuk ikut memberi arti bagi perayaan kemerdekaan Indonesia 17 Agustus lalu yang ke 72,  karya seni ini memang menarik .

Melihat pameran memang bisa menambah wawasan kita dalam melihat hasil karya kekhasan tiap daerah yang beragam. Interaksi antara pengunjung yang berbelanja dan peserta pameran  membuat kegiatan ekonomi berlangung dengan  baik.  Dan bukankah itu yang banyak diharapkan para pelaku ekonomi ini?

 

read more
Info

Interior, Kriya & Wastra

Icra-12

Pameran ICRA ( Indonesia  Interior & Craft )  pertengahan September lalu berlangsung cukup meriah. Hal A di Jakara Covention Centre di sibukkan oleh lalu lalang mereka yang tertarik pada gelar produk-produk yang hadir dalam ICRA 2018.  Interior dan dekorasi rumah, cindera mata serta produk kriya dan seni terapan yang mengeksplor berbagai macam material mulai kayu, serat, logam hingga gerabah serta produk wastra adati dari berbagai daerah di Indonesia memenuhi berbagai stand yang ada di sana.

Di area lobby display  peserta menarik unuk dilihat. Selain interior dan wastra serta dekorasi rumah yang ditata dengan apik,  gelar kain kain nggulan Jepang Shibori yang langsung didatangkan dari Kyoto Shibori  Museum, cantik sekali untuk dinikmati dengan kaca mata seni. Tentu ini juga diharapkan memacu kreativitas para pakar di bidang wastra untuk berinovasi dan menghasilkan lagi karya indah kain kain kita sendiri, seperti jumputan, sasirangan   atau hasil hasil  wastra kita yang sejak dulu sudah diakui keindahannya.

Acara  ini juga diramaikan oleh Mia, penyanyi yang juga duta Nusantara, yang piawai bernyanyi  sambil menggesek biola dalam lagu ‘Bengawan Solo’ dan ‘Indonesia Pusaka’.  Selain itu pukulan drum 4 pemuda Jepang dalam tabuhan tradisional Jepang, ‘Wadaiko’ juga ikut memeriahkan suasana sebelum  dibuka secara resmi oleh  deputy pemasaran  Badan Ekonomi Kreatif ( Bekraf)  Bapak Joshua, mewakili Bapak Triawan Munaf yang sedang  mendapat tugas dari Presiden dalam suatu acara. RM.Foto. RM

 

 

 

 

 

 

 

read more