close

Jepang

Info

Getar Berdentam Wadaiko

Taiko-baru-2

Dentum pukulan ‘bedug’ menggetarkan hall A,  JCC. Ya,  ini dalam rangka pembukaan pameran Interior dan Craft ( ICRA). Pameran produk interior, dekorasi rumah, kriya dan wastra adati itu  jadi riuh saat 4 pemuda Jepang beraksi memukul  drum serupa bedug itu dengan berirama  penuh energi. Mereka adalah alumni sekolah Miho Bigakuin Jepang yang kini baru saja mendaftar di UNS. Gebugannya betul betul dramatis, menggetarkan . Tidak selamanya mereka berbarengan  memukul bedugnya, ada kalanya yang dua berhenti dan hanya duduk tapi tetap ‘waspada’,  buktinya saat temannya menggebuk drum atau bedug ini, yang dua hanya menyela dengan suara ’haak.. haak ‘. Saat itu mereka beraksi dengan dua lagu.

Ya satu sesi pemukulan mereka sebut dengan lagu.  Meski menggetarkan tetapi ada yang diselingi dengan suara seruling yang menyentuh hati. Ternyata lagu yang kedua lebih dramatis lagi. Pukulan lebih kencang lebih cepat dan makin menggetarkan. Ada ibu-ibu sepuh yang langsung mundur karena jantung berdebar lebih kencang.

Seni memukul drum tradisional Jepang ini sudah turun temurun dilakukan. Disebut Wadaiko atau Taiko, mereka mempelajari cara memukul drumnya di sekolah Miho Bigakuin itu. Mereka bisa beraksi di sana  karena  ada kerjasama Adi Wastra Nusantara penyelenggara ICRA dan Museum Shibori Kyoto. Memang kain unggulan Shibori juga ikut dipamerkan di tempat itu. Menjadi bagian  acara pembukaan pameran, Wadaiko atau Taiko ini mampu menyedot perhatian banyak penonton. RM.Foto:RM.google pic.

 

 

 

 

 

 

read more
Travel

Berpelukan…

tele-2,jpg-fp

Kata ‘berpelukan…’ itu yang selalu ada dalam adegan film Teletubies… Kurcaci kurcaci  imut berwarna warni itu di desa Nglepen, wilayah Prambanan ,  Yogya,  Boko tampil sebagai rumah rumah penduduk. Ya, rumah dalam bentuk ‘dome’ seperti bentuk Iglo,  rumah  Eskimo di kutub utara. Hanya rumah – rumah di  wilayah ini di cat warna warni dan tokoh teletubies jadi penanda.

Awalnya rumah rumah yang dibangun dengan bantuan ‘Domes for the World’ lembaga bantuan dari Amerika Serikat ini  terjadi usai  gempa hebat yang melanda Yogya khususnya Yogya  Selatan, 2006 lalu. Mereka mendirikan rumah- rumah yang dimaksudkan sebagai rumah  yang  tahan gempa karena dibangun dengan kosntruksi  khusus.

Adalah ide kreatif untuk membuat rumah rumah yang awalnya hanya berwarna putih itu diberi ikon teletubies lengkap dengan warna warninya. Barangkali karena dalam film teletubies, rumah para kurcaci imut itu berbentuk serupa. Mudah mengenalinya.  Daerah ini lalu dimaksudkan sebagai tujuan wusata bagi mereka yang ingin berkunjung atau bahkan menginap di beberapa rumah teletubies ini.  Rumah rumah yang lain tetap berfungsi sebagai rumah penduduk biasa.

Dikelilingi bukit bukit sepanjang daerah selatan Yogya, daerah ini nyaman bila pagi atau sore hari, hanya  terik matahari di waktu siang yang kurang menguntungkan. Tetapi mencoba mengunjungi  atau bahkan menginap di beberapa rumah teletubies yang disewakan  ini  bisa jadi  pengalaman unik. Yuk,,berpelukan… RM Foto: RM, dok image source.

read more