close

resto

Kuliner

Ngopi di Ruangopi

IMG-20180903-WA0020

Nampak sederhana namun artistik, bangunan sekitar 9 x 7 meter itu  ternyata bisa jadi tempat ngopi yang menyenangkan. Meski berada di lingkungan perumahan, di Bekasi Selatan, marketing dan promosi yang bagus  membuat’ Ruangopi, Coffee & Roastery’  ini punya cukup banyak pelanggan. Cara menyuguhkan kopi yang  home made dengan  beberapa alat yang merupakan kreativitas Turi, sang pemilik membuat tempat ngopi ini agak berbeda.

Melihat langsung saat ia melakukan roasting kopinya, Turi sempat menjelaskan:  Rasa kopi yang terlalu pahit atau terlalu datar itu karena ekstraksi kopi yang dihasilkan. Bila biji kopi digiling terlalu halus maka akan terasa pahit, kalau terlalu kasar akan terasa datar.  Begitupun rasio air juga harus diperhatikan, dianjurkan 1 gr kopi itu dengan 15 ml air. Suhu ideal 90 -96 derajat C, pada suhu itu kopi akan terekstrak secara opimal. Ini tentu penjelasan profesional yang  menambah wawasan terutama bagi penikmat kopi amatir seperti saya yang hanya  tahu apa yang terasa enak di lidah.

Ruangopi ini dikerjakan bersama oleh pasutri  Turi dan Ratna yang kemudian menyebutkan bahwa tempat ini juga pernah dan bisa digunakan  untuk acara prewedding,  akad nikah, foto band  acara MNC music Happy Hour.   Tempat yang sekilas nampak sederhana ini rupanya bisa memberikan suguhan kopi yang khas dan menata kreativitas ruangan dengan cerdik. Ngopi?  Yuk….RM.Foto: dok Ruangopi

read more
Kuliner

Sehat & Lezat

garden-10

g

Tempatnya agak di pinggiran kota Yogya. Sederhana tapi bermakna. Itulah resto ‘Little Garden’. Memang resto ini kecil dan semua masakannya berbahan dasar alami. Vegan. Vegetarian yang murni. Tanpa telor tanpa susu. Pemilik dan pengelolanya  suami istri yang nampak giat dan kompak. Dewi  Novitasari dan Dadang Heri Murpriyanto.

read more
Kuliner

Gudeg Maktekluk

gudeg-2-fp,jpg
Antrean panjang tengah malam

Yogya memang kota gudeg. Tapi gudeg maktekluk, apa pula itu ? Dalam bahasa Jawa, ‘tekluk’ itu biasanya dikaitkan  dengan rasa ngantuk. Kalau disebut “mak tekluk” adalah saat seseorang hampir jatuh tertidur pada posisi di luar tempat tidur, biasanya sambil duduk tidak sengaja tertunduk tertidur dengan  gerakan kepala yang tiba tiba ‘jatuh’ ke bawah. Itulah yang sering disebut ‘mak tekluk..’

read more
Travel

Meninjau Bumi Langit

bumi-2

Yogya Selatan. Menuju arah Imogiri, kita bisa menuju satu tempat yang disebut Bumi Langit. Ini adalah tempat di mana semua yang kita rasakan, alami dan makan adalah bahan alami.  Hasil masakan berasal dari olahan bumi sendiri. Sebagai contoh, pembuatan roti memakai bahan gandum alami tanpa campuran apa pun, minuman segar dari kembang telang denga rasa soda yang diproduksi dengan bahan alami pula, juice mulberry, juga madu alami, makanan kecil, dari kacang hingga pisang dan berbagai kripik juga  hasil bertanam sendiri. Tidak hanya makanan dan minuman dari tanaman  alami, tetapi juga peralatan sehari-hari seperti sisir, alat kerokan dari tanduk kerbau. Tempat ini milik Iskandar Woworuntu yang juga menjadi ‘sekolah’ bagi  mereka yang ingin belajar mengolah tanah pertanian tanpa bahan kimia. Magang di tempat ini banyak dilakukan anak anak muda.

Perjalanan menuju ke ‘Bumi Langit’  yang terletak di atas bukit melewati jalan berkelok yang tikungan dan tanjakannya perlu  dilakukan dengan hati hati. Di kiri kanan pohon-pohon ketapang dan pohon jati menjadi bagian pemandangan menuju ke tempat itu.  Dari Bumi Langit, kita justru bisa melihat nun jauh di bawah makam Raja-raja Jawa, makam Imogiri.  Bagi mereka yang suka dengan semua yang serba alami, tempat ini adalah tempat menarik. Duduk di terasnya sambil menikmati makanan dan minuman sehat , sambil menghirup udara segar adalah ‘sesuatu…’ RM/foto:RM, google pic.

read more